Postingan

Contoh Teks Sisombou 'Ulu Tepak'

Gambar
(BERIKUT ini saya akan menunjukkan salah satu contoh teks sisombou yang selalu dibawakan oleh masyarakat dalam berbagai acara, khususnya acara pernikahan. Teks sisombou ini ditulis berdasarkan tuturan secara lisan oleh pembawa sisombou. Penulisan teks sisombou dalam Bahasa Ocu (Kampar) ini mungkin belum memenuhi syarat penulisan gramtikal yang benar. Silakan menyimaknya.)

Mm D:Pandang jauoh ’lah ambo layangkan; nan bak layang olang manari. Pandang dokek ’lah ambo tukiokkan; nan bak tukiok si limang batang. Sampai ditengok du kini, Uwang Limbago condo nan tacoliok tampak jauoh; nan dokek jolong tasongo; nan togak di simpang jalan; nan duduok di sompan penambangan. Sampai ditengok pihak di kami, bosuo bonou bak nyie uwang:

Jenis dan Pembagian Sisombou

Gambar
DALAM penelitian yang saya lakukan dan telah dibukukan dalam bentuk skripsi (Universitas Riau, 1983) maupun dalam bantuk buku yang diterbitkan secara indie oleh penerbit Leutikaprio Jogyakarta (2012) terdapat empat jenis sisombou yang pembagiannya itu didasarkan kepada fungsi sisombou itu sendiri. Ada 'sisombou arak-iriang' yang dibawakan pada acara mengarak penagntin pada pesta pernikahan (perkawinan), ada pula 'sisombou ulu jambau' yang ditampilkan dan difungsikan pada momen mempersilakan makan atau minum-minum kueh-mueh yang menggunakan hidangan (jambar).

Upacara Sisombou

Gambar
UPACARA sisombou adalah upacara tradisi (adat) masyarakat yang hanya dilaksanakan pada momen acara-acara tertentu saja, seperti pada acara nikah-kawin atau pada acara-acara adat seperti pengkuhan gelar para tetua adat. Sisombou juga sering dibawakan pada acara kenduri tertentu seperti kenduri memberi nama anak bahkan pada kenduri 'doa arwah' juga dilaksanakan meskipun pada momen ini lebih kepada latihan bersisombou saja.

Sisombou itu Apa?

Gambar
KETIKA masih kecil, saya sering mendengar dan melihat acara sisombou di kampung saya, di Airtirs (waktu itu sebagai sebuah desa) di Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Dalam setiap upacara pesta perkawinan, selalu ada acara sisombou di kampung saya. Waktu itu, sekitar 1970-1980 saya dan teman-teman sebaya selalu mencari kesempatan melihat dan mendengarkan kegiatan yang disebut sisombou itu.

Sisombou Mengimbau

Gambar
SISOMBOU, inilah blog baru yang saya buat pada hari ini, Kamis (22/12/16) siang sepulang sekolah. Sekolah? Ya, walaupun masa libur selepas pembagian rapor semester ganjil, saya dan teman-teman pegawai TU (Tata Usaha) alias tenaga kependidikan tetap harus ke sekolah karena tidak termasuk yang mendapat jatah libur. Warga sekolah yang libur adalah siswa (peserta didik) dan guru (pendidik) yang sudah menikmati libur sekolah sejak hari Senin (19/12) lalu. Kepala Sekolah dan pegawai administrasi sekolah masih tetap sekolah. Itulah sebabnya saya tetap ke sekolah.